Lima Fakta Menarik tentang Warisan Voyager Golden Record
Apa ceritanya
Voyager Golden Record adalah salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah eksplorasi luar angkasa. Diciptakan untuk pesawat luar angkasa Voyager 1 dan 2, rekaman ini dirancang sebagai pesan bagi peradaban asing yang mungkin menemukannya. Berikut adalah lima fakta menarik tentang warisan dari proyek luar angkasa ini yang telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.
1
Rekaman Pertama di Luar Angkasa
Voyager Golden Record adalah rekaman audio pertama yang dikirim ke luar angkasa dengan tujuan komunikasi antar bintang. Direkam pada tahun 1977, rekaman ini berisi berbagai suara dan musik dari seluruh dunia, serta pesan salam dalam 55 bahasa. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran tentang kehidupan dan budaya manusia kepada makhluk asing yang mungkin menemukannya.
2
Isi Rekaman yang Beragam
Rekaman ini mencakup lebih dari satu jam musik dari berbagai genre dan budaya, termasuk karya klasik Barat hingga lagu tradisional Afrika dan Asia. Selain itu, terdapat juga suara-suara alam seperti ombak laut dan kicauan burung, serta pesan-pesan salam dari presiden Amerika Serikat saat itu, Jimmy Carter, dan sekretaris jenderal PBB, Kurt Waldheim.
3
Proyek Kolaboratif Internasional
Proyek ini melibatkan kolaborasi internasional antara ilmuwan, seniman, musisi, dan insinyur dari berbagai negara. Carl Sagan memainkan peran penting dalam pengembangan proyek ini dengan mengusulkan ide-ide kreatif untuk isi rekaman. Kolaborasi lintas budaya ini mencerminkan semangat persatuan manusia dalam menghadapi tantangan eksplorasi kosmik.
4
Pesan untuk Masa Depan
Voyager Golden Record bukan hanya pesan untuk makhluk asing tetapi juga warisan bagi umat manusia sendiri. Rekaman ini dirancang untuk bertahan miliaran tahun agar dapat ditemukan oleh generasi mendatang di bumi atau oleh peradaban lain di galaksi kita. Ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga planet kita dan menghargai keberagaman budaya manusia.
5
Perjalanan Tak Terbatas
Saat ini, Voyager 1 telah melampaui batas tata surya kita dan memasuki ruang antarbintang dengan jarak lebih dari 14 miliar mil dari bumi. Meskipun jaraknya sangat jauh, sinyal dari pesawat tersebut masih dapat diterima oleh para ilmuwan di bumi hingga hari ini. Proyek ini menunjukkan ketahanan teknologi manusia dalam menjelajahi alam semesta tanpa batas waktu atau ruang tertentu.