
Nama jalan unik di Jakarta dan ceritanya
Apa ceritanya
Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, memiliki banyak jalan dengan nama-nama unik yang menyimpan cerita menarik.
Nama-nama jalan ini tidak hanya sekadar penanda lokasi, tetapi juga mencerminkan sejarah dan budaya yang kaya.
Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa nama jalan unik di Jakarta dan menggali cerita di balik penamaannya.
Sabang
Jalan Sabang: Pusat kuliner legendaris
Jalan Sabang terkenal sebagai pusat kuliner legendaris di Jakarta.
Terletak di kawasan Menteng, jalan ini dinamai sesuai dengan kota Sabang di Aceh.
Sejak zaman kolonial Belanda, Jalan Sabang telah menjadi tempat berkumpulnya berbagai pedagang makanan dari seluruh Indonesia.
Hingga kini, jalan ini tetap ramai dikunjungi oleh pencinta kuliner yang ingin menikmati beragam hidangan khas Nusantara.
Surabaya
Jalan Surabaya: Surga barang antik
Jalan Surabaya dikenal sebagai surga bagi para pencinta barang antik dan koleksi unik.
Terletak di kawasan Menteng, jalan ini menawarkan deretan kios yang menjual berbagai barang antik seperti perabotan lama, keramik kuno, hingga piringan hitam klasik.
Nama "Surabaya" sendiri dipilih untuk mengenang hubungan dagang antara Jakarta dan Surabaya pada masa lalu.
Jaksa
Jalan Jaksa: Tempat berkumpul wisatawan asing
Jalan Jaksa adalah salah satu destinasi favorit bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Jakarta.
Terletak dekat dengan pusat kota, jalan ini menawarkan berbagai penginapan murah serta kafe-kafe kecil yang ramah turis.
Sejak tahun 1960-an, Jalan Jaksa telah menjadi tempat berkumpulnya backpacker dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman perjalanan mereka.
Pecenongan
Jalan Pecenongan: Surganya kuliner malam
Jalan Pecenongan merupakan salah satu destinasi kuliner malam terpopuler di Jakarta.
Berlokasi dekat Monas, jalan ini dikenal dengan deretan warung makan yang buka hingga larut malam dan menyajikan aneka hidangan lezat seperti seafood segar dan makanan tradisional lainnya.
Nama "Pecenongan" berasal dari kata "pecinan," merujuk pada komunitas Tionghoa yang dahulu mendominasi area tersebut.
Dengan memahami cerita-cerita menarik dibalik nama-nama jalan unik tersebut kita dapat lebih menghargai kekayaan sejarah serta budaya lokal Jakarta.