LOADING...
Sejarah di balik aturan Leg-Before-Wicket dalam kriket
Kredit: Pexels

Sejarah di balik aturan Leg-Before-Wicket dalam kriket

menulis Bob
May 08, 2026
11:45 am

Apa ceritanya

Aturan leg-before-wicket (LBW) adalah salah satu aturan paling unik dan kontroversial dalam kriket. Diperkenalkan untuk menjaga keseimbangan antara pemukul dan pelempar, aturan ini telah mengalami berbagai perubahan sejak pertama kali diterapkan. LBW bertujuan untuk mencegah pemukul menggunakan tubuhnya untuk menghalangi bola yang akan mengenai gawang. Mari kita telusuri sejarah dan konsep dasar dari aturan ini.

Latar belakang

Asal-usul aturan LBW

Aturan LBW pertama kali diperkenalkan pada abad ke-18 ketika kriket mulai mendapatkan popularitas di Inggris. Pada awalnya, pemukul sering menggunakan kaki mereka untuk menghalangi bola agar tidak mengenai gawang. Untuk mengatasi hal ini, aturan LBW diperkenalkan agar permainan tetap adil dan kompetitif, memberikan kesempatan yang lebih baik bagi pelempar.

Konsep kunci

Perubahan penting dalam aturan LBW

Seiring berjalannya waktu, aturan LBW mengalami beberapa revisi penting. Salah satu perubahan signifikan terjadi pada tahun 1935 ketika keputusan dibuat bahwa bola harus memantul di sisi off-stump sebelum mengenai kaki pemukul agar bisa dinyatakan out. Perubahan ini membantu memperjelas situasi yang sebelumnya membingungkan bagi wasit dan pemain.

Advertisement

Saran praktis

Tip memahami keputusan LBW

Untuk memahami keputusan LBW dengan lebih baik, penting bagi pemain dan penonton untuk memperhatikan posisi kaki pemukul saat bola mengenai mereka. Jika bola diperkirakan akan mengenai gawang setelah memantul dari tanah, maka kemungkinan besar keputusan akan diberikan sebagai out. Menonton tayangan ulang video juga dapat membantu memahami situasi dengan lebih jelas. Dengan memahami sejarah dan konsep dasar dari aturan leg-before-wicket, kita dapat lebih menghargai kompleksitas permainan kriket serta tantangan yang dihadapi oleh pemain dan wasit dalam mengambil keputusan yang tepat.

Advertisement