LOADING...
Mengapa Panggilan Video Membuat Anda Cepat Lelah: Fakta Ilmiah

Mengapa Panggilan Video Membuat Anda Cepat Lelah: Fakta Ilmiah

menulis Taufiq Al Jufri
Jan 06, 2026
03:17 pm

Apa ceritanya

Panggilan video telah menjadi bagian penting dari komunikasi modern, terutama selama pandemi. Namun, banyak orang merasa cepat lelah setelah sesi panggilan video. Apa yang sebenarnya terjadi di otak kita saat melakukan panggilan video? Artikel ini akan membahas beberapa alasan ilmiah di balik kelelahan yang dialami saat melakukan panggilan video.

Stimulasi

Kelebihan Stimulasi Visual

Saat melakukan panggilan video, mata kita terpapar pada layar yang memancarkan cahaya terang dan gambar bergerak terus-menerus. Ini dapat menyebabkan kelebihan stimulasi visual, yang membuat otak bekerja lebih keras untuk memproses informasi visual. Akibatnya, kita bisa merasa lelah lebih cepat karena otak harus menghabiskan lebih banyak energi untuk fokus dan memahami apa yang terjadi di layar.

Isyarat

Kurangnya Isyarat Nonverbal

Dalam komunikasi tatap muka, kita mengandalkan isyarat nonverbal seperti ekspresi wajah dan bahasa tubuh untuk memahami pesan orang lain. Namun, dalam panggilan video, beberapa isyarat ini mungkin tidak terlihat jelas atau hilang sama sekali karena keterbatasan teknologi. Kekurangan isyarat nonverbal ini dapat membuat komunikasi menjadi kurang efektif dan menambah beban kognitif karena kita harus lebih fokus pada kata-kata saja.

Advertisement

Tekanan

Tekanan untuk Terlihat Baik

Panggilan video sering kali membuat orang merasa harus tampil baik secara visual karena adanya kamera yang merekam penampilan kita. Tekanan ini bisa menambah stres dan kelelahan mental karena kita terus-menerus khawatir tentang bagaimana penampilan kita dilihat oleh orang lain. Perasaan cemas ini bisa mengganggu konsentrasi dan membuat sesi panggilan terasa lebih melelahkan.

Advertisement

Interaksi

Kurangnya Interaksi Fisik

Interaksi fisik seperti berjabat tangan atau duduk berdampingan dapat memberikan rasa nyaman dan mendukung komunikasi yang efektif. Namun, dalam panggilan video, interaksi fisik tersebut tidak mungkin dilakukan sehingga dapat menyebabkan perasaan isolasi atau jarak emosional. Kekurangan interaksi fisik ini dapat membuat pengalaman berkomunikasi terasa kurang memuaskan dan melelahkan secara mental. Dengan memahami faktor-faktor ilmiah di balik kelelahan akibat panggilan video, kita dapat mencari cara untuk mengurangi dampaknya seperti dengan istirahat teratur atau menggunakan teknologi alternatif ketika memungkinkan.

Advertisement