LOADING...
Mengapa Bhutan Menjadi Negara Karbon-Negatif

Mengapa Bhutan Menjadi Negara Karbon-Negatif

menulis Taufiq Al Jufri
Mar 02, 2026
02:57 pm

Apa ceritanya

Bhutan adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang berhasil menjadi karbon-negatif. Ini berarti bahwa Bhutan menyerap lebih banyak karbon dioksida daripada yang dihasilkannya. Keberhasilan ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kebijakan lingkungan yang ketat dan komitmen terhadap pelestarian alam. Artikel ini akan membahas faktor-faktor kunci yang membuat Bhutan mencapai status ini.

Kebijakan

Kebijakan Lingkungan yang Ketat

Bhutan memiliki kebijakan lingkungan yang sangat ketat, termasuk undang-undang untuk menjaga agar setidaknya 60% dari wilayah negara tetap tertutup hutan. Hutan-hutan ini berfungsi sebagai penyerap karbon alami, membantu mengurangi emisi karbon secara signifikan. Selain itu, Bhutan juga menerapkan berbagai program penghijauan dan konservasi untuk memastikan keberlanjutan ekosistemnya.

Energi

Energi Terbarukan sebagai Prioritas

Salah satu langkah penting lainnya adalah penggunaan energi terbarukan, terutama tenaga air. Hampir seluruh kebutuhan listrik domestik Bhutan dipenuhi oleh pembangkit listrik tenaga air. Dengan memanfaatkan sumber daya alam ini, Bhutan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

Advertisement

Pelestarian

Komitmen terhadap Pelestarian Alam

Pelestarian alam merupakan bagian integral dari budaya dan kebijakan nasional Bhutan. Pemerintah dan masyarakat bekerja sama dalam menjaga keanekaragaman hayati serta habitat alami satwa liar. Kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup ditanamkan sejak dini melalui pendidikan dan kampanye publik, sehingga menciptakan generasi baru yang peduli terhadap kelestarian bumi.

Advertisement

Peran Masyarakat

Peran Masyarakat dalam Keberlanjutan Lingkungan

Masyarakat lokal memainkan peran penting dalam mendukung inisiatif hijau pemerintah dengan cara-cara seperti praktik pertanian berkelanjutan dan partisipasi aktif dalam program konservasi komunitas. Kesadaran kolektif tentang dampak perubahan iklim mendorong warga untuk terlibat langsung dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem lokal mereka demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Advertisement