Lima Mamalia yang Menginspirasi Penjelajahan Luar Angkasa sebelum Manusia
Apa ceritanya
Penjelajahan luar angkasa dimulai dengan mengirimkan hewan ke orbit untuk memahami dampak lingkungan luar angkasa pada makhluk hidup. Lima mamalia ini menjadi pionir dalam misi luar angkasa sebelum manusia melakukan perjalanan yang sama. Sederet mamalia ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana tubuh hidup bereaksi terhadap kondisi di luar angkasa, membantu para ilmuwan merencanakan misi manusia di masa depan.
1
Laika: Anjing Pertama di Orbit
Laika adalah anjing kecil yang menjadi makhluk hidup pertama yang mengorbit Bumi pada tahun 1957. Misi Sputnik 2 oleh Uni Soviet bertujuan untuk menguji kelangsungan hidup makhluk hidup di luar angkasa. Meskipun Laika tidak selamat dari perjalanan tersebut, data yang dikumpulkan darinya sangat penting bagi pengembangan program luar angkasa selanjutnya.
2
Albert II: Monyet Pertama yang Pergi ke Luar Angkasa
Albert II adalah monyet rhesus pertama yang terbang ke luar angkasa pada tahun 1949. Meskipun ia tidak bertahan hidup setelah kembali ke Bumi, penerbangannya memberikan informasi penting tentang efek gravitasi nol pada mamalia. Ini membantu membuka jalan bagi misi-misi berikutnya dan meningkatkan pemahaman kita tentang keselamatan penerbangan manusia.
3
Yorick: Monyet Kecil dengan Kontribusi Besar
Yorick, seekor monyet kecil, terpilih untuk misi Mercury-Redstone 4 pada tahun 1961. Monyet ini berhasil kembali dengan selamat setelah penerbangan suborbital singkat. Keberhasilan Yorick menandai langkah maju dalam persiapan penerbangan manusia ke luar angkasa, menunjukkan bahwa primata dapat bertahan dalam kondisi ekstrem selama perjalanan tersebut.
4
Gordo: Misi Sang Monyet Laut
Gordo adalah monyet laut Amerika Serikat yang terbang pada tahun 1958 sebagai bagian dari eksperimen balistik suborbital. Meskipun pesawatnya tenggelam setelah kembali ke atmosfer, Gordo berhasil memberikan data penting mengenai dampak lingkungan luar angkasa terhadap hewan laut, memperluas pengetahuan kita tentang berbagai spesies dalam konteks penjelajahan luar angkasa.
5
Miss Baker: Keberhasilan Kembali Sang Kapiten Udara
Miss Baker adalah salah satu dari dua penumpang dalam misi Gemini-Titan III pada tahun 1962 oleh NASA. Ia bersama rekan satu spesiesnya berhasil kembali dengan selamat setelah penerbangan bersejarah tersebut. Keberhasilan Miss Baker menandai tonggak penting dalam sejarah eksplorasi luar angkasa, menunjukkan kesiapan teknologi untuk mendukung kehidupan mamalia selama perjalanan panjang di luar angkasa.