LOADING...
Lima Cara Kegelapan Memengaruhi Siklus Tidur Astronot di Orbit

Lima Cara Kegelapan Memengaruhi Siklus Tidur Astronot di Orbit

menulis Handoko
Feb 05, 2026
10:37 am

Apa ceritanya

Kegelapan di luar angkasa memiliki dampak unik pada siklus tidur astronot. Dalam lingkungan tanpa gravitasi dan dengan siklus siang-malam yang berbeda dari Bumi, astronot harus menyesuaikan pola tidur mereka. Artikel ini akan membahas lima cara bagaimana kegelapan memengaruhi tidur astronot di orbit, memberikan wawasan tentang tantangan yang mereka hadapi dan bagaimana mereka mengatasinya.

Hormon Tidur

Pengaruh Kegelapan terhadap Produksi Melatonin

Kegelapan adalah faktor penting dalam produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur. Di luar angkasa, ketiadaan cahaya alami membuat tubuh sulit mendeteksi waktu malam, sehingga produksi melatonin dapat terganggu. Astronot perlu menggunakan tirai atau lampu khusus untuk mensimulasikan kondisi malam agar tubuh mereka dapat memproduksi melatonin dengan benar dan menjaga pola tidur yang sehat.

Jam Biologis

Tantangan Siklus Sirkadian

Siklus sirkadian adalah ritme biologis yang mengatur siklus tidur-bangun manusia. Di orbit, perubahan cepat antara siang dan malam akibat pergerakan pesawat luar angkasa dapat membingungkan jam biologis astronot. Untuk mengatasi hal ini, penting bagi astronot untuk mengikuti jadwal tidur tetap dan menggunakan alat bantu seperti masker mata untuk membantu tubuh menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Advertisement

Lampu Khusus

Pentingnya Pencahayaan Buatan

Pencahayaan buatan memainkan peran penting dalam membantu astronot mengatur siklus tidurnya. Lampu khusus dengan spektrum tertentu dapat digunakan untuk mensimulasikan cahaya alami Bumi dan membantu menjaga ritme sirkadian yang sehat. Dengan pencahayaan buatan yang tepat, astronot bisa lebih mudah tertidur saat diperlukan dan bangun pada waktu yang sesuai dengan jadwal kerja mereka.

Advertisement

Kesehatan Mental

Dampak Psikologis dari Kegelapan Berlebihan

Kegelapan berlebihan di luar angkasa juga bisa berdampak negatif pada kesehatan mental astronot. Kurangnya paparan cahaya alami dapat menyebabkan perasaan terisolasi atau depresi ringan. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi misi luar angkasa untuk menyediakan lingkungan kerja dan istirahat yang seimbang antara pencahayaan buatan dan waktu istirahat agar kesehatan mental para astronaut tetap terjaga selama misi panjang di orbit.

Advertisement