
Eropa Telah Mengesahkan Rancangan Undang-Undang AI: Ketahui Semua Isinya
Apa ceritanya
Uni Eropa (UE) telah memimpin perlombaan dalam mengatur kecerdasan buatan (AI) untuk sementara waktu. Kumpulan beberapa negara besar ini telah mengambil langkah signifikan untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh sistem AI.
Anggota parlemen Eropa mengesahkan versi draf Undang-Undang Kecerdasan Buatan, sebuah undang-undang yang akan mengatur penggunaan Kecerdasan Buatan di wilayah tersebut.
Mari simak seberapa besar dampaknya bagi teknologi.
1
Pengesahan Rancangan Undang-Undang Ini Adalah Bagian Dari Proses Yang Panjang
Undang-Undang Kecerdasan Buatan pertama kali diusulkan oleh Komisi Eropa dua tahun lalu. Pada April 2023, anggota parlemen Eropa mencapai kesepakatan awal atas undang-undang tersebut.
Sekarang, Parlemen Eropa, badan legislatif utama Uni Eropa, telah mengesahkan versi draf dari undang-undang tersebut.
Ini hanyalah satu langkah dalam proses yang panjang. Versi final dari Undang-Undang ini tidak akan disahkan setidaknya sampai akhir tahun ini.
2
Perusahaan Harus Mengungkapkan Materi Berhak Cipta Yang Digunakan Untuk Pelatihan
Versi draf dari Undang-Undang Kecerdasan Buatan mewajibkan persyaratan transparansi pada perusahaan yang mengerjakan AI generatif. Mereka perlu mengungkapkan materi berhak cipta yang digunakan untuk melatih sistem AI.
Perusahaan AI telah menentang keputusan ini berkali-kali. Perusahaan seperti OpenAI, Google, dan Anthropic juga perlu melakukan pengamanan untuk mencegah sistem AI menghasilkan konten ilegal.
3
Undang-Undang AI Melakukan Pendekatan Berbasis Risiko
Perundang-undangan Uni Eropa melakukan pendekatan berbasis risiko. Sistem AI yang dianggap "berisiko tinggi" perlu didaftarkan ke Uni Eropa.
Hal ini termasuk sistem AI yang digunakan untuk mengoperasikan infrastruktur penting dan dalam penegakan hukum. Sebelum menerapkannya, pihak perusahaan harus melakukan penilaian risiko.
Undang-undang tersebut juga berupaya untuk melarang jenis teknologi AI tertentu.
4
Undang-Undang Akan Melarang Penggunaan Pengenalan Wajah Secara Real-Time
Undang-Undang Kecerdasan Buatan akan melarang penggunaan pengenalan wajah secara Real Time. Anggota parlemen juga memberikan suara untuk membatasi penggunaan teknologi pada Pre-Recorded Footage.
Hal ini ditekankan karena teknologi pengenalan wajah sarat akan fakta yangbias. Undang-undang tersebut juga akan melarang perusahaan bila menggali data biometrik untuk membangun pusat penyimpanan data tersendiri.
Aturan tersebut juga akan melarang perangkat yang menunjukkan manipulasi perilaku kognitif.
5
Tiga Badan Uni Eropa Akan Merundingkan Versi Final Dari Aturan Ini
Di Parlemen Eropa, rancangan Undang-Undang Kecerdasan Buatan disahkan dengan kemenangan telak, dengan 499 anggota parlemen memberikan dukungan suara.
Sekarang, tiga badan di Uni Eropa, termasuk Parlemen Eropa, Komisi Eropa, dan Dewan Uni Eropa, akan merundingkan versi final dari undang-undang tersebut.
Eropa bertujuan untuk segera mencapai kesepakatan bersama.