LOADING...
Resep Batang Sagu: Hidangan Vegetarian Indonesia yang Terlupakan 

Resep Batang Sagu: Hidangan Vegetarian Indonesia yang Terlupakan 

menulis Handoko
Jan 07, 2026
01:03 pm

Apa ceritanya

Batang sagu adalah bahan makanan tradisional Indonesia yang sering terlupakan. Terbuat dari pohon sagu, bahan ini kaya akan karbohidrat dan serat. Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap makanan vegetarian dan berbasis tanaman meningkat, membuat batang sagu mendapatkan perhatian baru. Artikel ini akan membahas kembali resep-resep tradisional yang menggunakan batang sagu sebagai bahan utama.

Latar Belakang

Sejarah Singkat Batang Sagu

Batang sagu berasal dari pohon sagu yang tumbuh subur di daerah Papua dan Maluku. Pohon ini telah menjadi sumber makanan penting bagi masyarakat adat selama berabad-abad. Proses pengolahan batang sagu menjadi tepung atau makanan lainnya memerlukan keterampilan khusus yang diwariskan turun-temurun.

Manfaat

Manfaat Kesehatan dari Batang Sagu

Batang sagu dikenal karena kandungan karbohidratnya yang tinggi, menjadikannya sumber energi yang baik. Selain itu, serat dalam batang sagu dapat membantu pencernaan dan menjaga kesehatan usus. Bagi mereka yang mencari alternatif bebas gluten, batang sagu adalah pilihan tepat karena tidak mengandung gluten.

Advertisement

Resep

Resep Tradisional dengan Batang Sagu

Salah satu cara populer untuk menikmati batang sagu adalah dengan membuat bubur sagu manis. Caranya cukup mudah: rebus tepung sagu dengan air hingga mengental, lalu tambahkan gula merah dan santan untuk rasa manis alami. Hidangan ini tidak hanya lezat tetapi juga mengingatkan kita pada kekayaan kuliner lokal.

Advertisement

Tips Memasak

Tips Memasak dengan Batang Sagu

Saat memasak dengan batang sagu, pastikan untuk merendamnya terlebih dahulu agar teksturnya lebih lembut saat dimasak. Gunakan api kecil agar tidak gosong dan aduk secara teratur untuk mendapatkan konsistensi yang sempurna. Dengan sedikit kesabaran, Anda bisa menikmati hidangan tradisional yang kaya rasa ini di rumah sendiri.

Advertisement