LOADING...
Menjelajahi Hidangan dari Perpaduan Budaya Tionghoa dan Indonesia

Menjelajahi Hidangan dari Perpaduan Budaya Tionghoa dan Indonesia

menulis Handoko
Jun 15, 2026
11:18 am

Apa ceritanya

Peranakan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keturunan Tionghoa yang menetap di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Budaya Peranakan dikenal dengan perpaduan unik antara tradisi Tionghoa dan lokal, termasuk dalam kuliner. Di berbagai tempat makan di Indonesia, hidangan fusion Peranakan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta makanan. Artikel ini akan membahas beberapa hidangan fusion yang populer dan dapat ditemukan di berbagai tempat makan di Indonesia.

1

Laksa: Sup Kaya Rasa

Laksa adalah salah satu hidangan fusion Peranakan yang paling terkenal. Sup ini menggabungkan elemen dari masakan Tionghoa dan Melayu dengan kuah santan kental yang kaya rasa. Biasanya disajikan dengan mi, udang, tahu, dan telur rebus (opsional), laksa menawarkan cita rasa gurih dan pedas yang memanjakan lidah. Di Indonesia, Anda dapat menemukan variasi laksa di banyak restoran atau warung makan khas Peranakan.

2

Nasi Lemak: Kelezatan Serbaguna

Nasi lemak adalah hidangan nasi berbumbu santan yang sering disajikan dengan lauk-pauk seperti ikan teri goreng, kacang tanah panggang, sambal pedas manis, dan mentimun segar. Meskipun berasal dari Malaysia, nasi lemak telah menjadi bagian dari kuliner Peranakan di Indonesia. Hidangan ini cocok dinikmati kapan saja sepanjang hari karena kelezatannya yang serbaguna.

Advertisement

3

Ayam Pongteh: Gurih Berbumbu Manis

Ayam pongteh adalah hidangan ayam khas Peranakan yang dimasak dengan bumbu tauco manis dan kentang empuk. Rasanya gurih dengan sentuhan manis membuatnya sangat digemari oleh banyak orang. Ayam pongteh biasanya dimasak perlahan hingga bumbunya meresap sempurna ke dalam daging ayam sehingga menghasilkan tekstur lembut dan cita rasa mendalam.

Advertisement

4

Popiah: Lumpia SegarĀ 

Popiah adalah versi lumpia segar ala Peranakan yang berisi sayuran segar seperti lobak putih parut, wortel iris halus, tauge renyah serta tambahan udang atau daging cincang (opsional). Dibungkus dalam kulit lumpia tipis tanpa digoreng membuat popiah menjadi pilihan sehat namun tetap lezat untuk dinikmati sebagai camilan atau makanan ringan saat bersantai bersama keluarga atau teman-teman. Dengan mengenal lebih jauh tentang hidangan-hidangan fusion ini kita bisa lebih menghargai kekayaan budaya kuliner Nusantara serta menikmati sensasi baru dalam setiap suapan.

Advertisement