
Mengapa orang tua harus memperkenalkan meditasi selama tahun-tahun formatif anak-anak
Apa ceritanya
Meditasi terus mendapatkan pengakuan sebagai praktik gaya hidup karena manfaatnya yang beraneka ragam.
Penelitian telah menunjukkan bahwa meditasi bahkan dapat sangat bermanfaat bagi anak-anak selama tahun-tahun awal perkembangan mereka.
Raman Mittal, salah satu pendiri & CPO Idanim, sebuah aplikasi meditasi untuk kedamaian batin dan kesejahteraan, berbagi dengan NewsBytes lima alasan mengapa orang tua harus memperkenalkan meditasi selama masa-masa awal perkembangan anak.
#1
Mengembangkan kesadaran diri
Menurut Mittal, selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak, anak-anak mengalami pertumbuhan emosional dan kognitif.
"Mengajarkan meditasi kepada anak-anak dapat secara signifikan berkontribusi dalam mengembangkan kesadaran diri mereka. Dengan berlatih meditasi, mereka dapat belajar untuk mengamati pikiran, emosi, dan sensasi tubuh mereka tanpa bias atau kritik," ujarnya.
"Meditasi juga dapat membantu mereka mengatasi tantangan emosional seperti kecemasan dan kemarahan," tambahnya.
#2
Meningkatkan fokus dan perhatian
"Meditasi merupakan alat yang ampuh untuk meningkatkan fokus dan perhatian. Latihan rutin dapat mengajarkan anak-anak bagaimana menumbuhkan fokus yang tidak terbagi dengan melatih pikiran mereka untuk berada di saat ini," kata Mittal.
Lebih lanjut, sang pendiri juga mengatakan bahwa anak-anak yang mengalami masalah yang berhubungan dengan perhatian seperti ADHD dapat memperoleh banyak manfaat dari meditasi, menjadikannya keterampilan hebat yang akan bermanfaat bagi anak-anak dalam jangka panjang.
#3
Mengurangi stres dan kecemasan
Ekspektasi akademis, interaksi sosial, dan berbagai tantangan lainnya dapat membebani pikiran anak-anak sepanjang waktu.
"Anak-anak yang berlatih meditasi secara teratur dapat mengalami penurunan gejala yang berkaitan dengan stres, seperti sakit kepala, sakit perut, dan sulit tidur," ungkap Mittal.
Meditasi juga dapat membantu mereka menemukan kedamaian dalam situasi yang kacau dan melatih mereka untuk tetap tenang dalam situasi yang sulit.
#4
Memupuk kemampuan untuk mengelola emosi
"Meditasi dapat menjadi alat yang berguna untuk hal ini, karena meditasi mengajarkan anak-anak untuk mengenali dan menerima emosi mereka tanpa membiarkan emosi tersebut menguasai pikiran mereka," ujar pakar meditasi ini.
Latihan rutin dapat mengajarkan anak-anak cara menavigasi perasaan dan respon mereka terhadap berbagai situasi secara lebih konstruktif dan positif.
Hal ini dapat memberdayakan mereka untuk mengenali dan memahami emosi mereka, yang mengarah pada mekanisme penanganan yang lebih sehat.
#5
Menumbuhkan pemahaman dan empati
"Ketika dunia kita menjadi lebih saling terhubung, sangat penting untuk mengajarkan anak-anak bagaimana menjadi welas asih dan berempati. Meditasi adalah cara yang efektif untuk mengembangkan kualitas-kualitas penting ini dengan membantu anak-anak terhubung dengan diri mereka sendiri," kata Mittal.
Menurutnya, empati ini mendorong mereka untuk bersikap baik dan berbelas kasih kepada orang lain, memfasilitasi interaksi yang lebih baik dan saling menghormati.