LOADING...
Menemukan Hidangan Penutup dari Jawa dengan Bahan Dasar  Buah Tropis 

Menemukan Hidangan Penutup dari Jawa dengan Bahan Dasar  Buah Tropis 

menulis Handoko
Jul 01, 2026
10:00 am

Apa ceritanya

Pulau Jawa dikenal dengan kekayaan alamnya, termasuk berbagai buah tropis yang unik. Buah-buahan ini tidak hanya dinikmati segar, tetapi juga diolah menjadi hidangan penutup yang lezat. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa hidangan penutup buah tropis khas Jawa yang patut dicoba. Dari rasa manis hingga tekstur yang menggugah selera, setiap hidangan menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda.

1

Es Dawet: Kesegaran Dalam Setiap Seruput

Es dawet adalah minuman penutup tradisional Jawa yang terbuat dari campuran santan, gula merah cair, dan cendol hijau kenyal. Cendol dibuat dari tepung beras dan air pandan sehingga memberikan aroma khas. Minuman ini biasanya disajikan dengan es serut untuk menambah kesegaran. Es dawet sangat cocok dinikmati saat cuaca panas karena memberikan sensasi dingin dan manis sekaligus.

2

Rujak Buah: Kombinasi Asam Manis Pedas

Rujak buah adalah salah satu hidangan penutup populer di Jawa yang menggabungkan berbagai jenis buah tropis seperti mangga muda, nanas, dan jambu air. Buah-buahan tersebut dipotong kecil-kecil lalu dicampur dengan bumbu rujak berupa gula merah cair, cabai rawit, garam, dan terasi. Rasa asam manis pedas dari rujak membuatnya menjadi pilihan sempurna untuk pencuci mulut setelah makan siang.

Advertisement

3

Kolak Pisang: Manisan Tradisional Berkuah Santan

Kolak pisang adalah hidangan penutup berbahan dasar pisang matang yang dimasak dalam kuah santan bersama gula merah dan daun pandan. Kadang-kadang ditambahkan ubi atau kolang-kaling untuk variasi tekstur. Kolak pisang sering disajikan hangat sebagai makanan pembuka puasa selama bulan Ramadan di Indonesia karena rasanya yang manis dan mengenyangkan.

Advertisement

4

Tape Ketan: Fermentasi Manis yang Menggugah Selera

Tape ketan merupakan hasil fermentasi beras ketan dengan ragi khusus hingga menghasilkan rasa manis sedikit asam serta aroma khas fermentasi. Tape ketan biasanya dibungkus daun pisang agar tetap lembab selama proses fermentasi berlangsung beberapa hari sebelum siap disantap sebagai camilan atau bahan tambahan pada es campur maupun kue tradisional lainnya. Dengan mencoba berbagai hidangan penutup buah tropis khas Jawa ini, Anda dapat merasakan kekayaan cita rasa lokal sekaligus menikmati keunikan kuliner Indonesia secara lebih mendalam.

Advertisement